Rabu, 30 Desember 2020

Sikap Bela Negara Generasi Milenial



Menjadi warga negara berarti menjadi salah satu bagian dari Negeri Kesatuan Repuplik Indonesia. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjaga negara kita dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan adanya sikap bela negara.

Bela negara memiliki arti yang luas di era milenial ini. Tidak hanya membela negara dari berbagai ancaman baik berupa perpecahan, radikalisme maupun terorisme, tetapi meningkatkan kualitas diri termasuk dalam bentuk sikap membela negara. Apalagi saat ini Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang luar biasa yaitu kemajuan teknologi informasi dengan keberadaaan sosial media (sosmed). Sosial media merupakan sarana yang paling modern untuk menyampaikan sebuah pemikiran atau opini.

Namun, media sosial juga ibarat hutan belantara dan barang siapa yang tidak berhati-hati akan terjebak di dalamnya. Yang dimaksud terjebak disini adalah termakan isu-isu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Generasi milenial saat ini sangat mudah untuk terpengaruh berita-berita hoax. Maka disinilah letak titik bela negara sesungguhnya bagi generasi milenial untuk menangkal berita hoax dan terus membangun semangat nasionalisme.

Karena bisa jadi dengan berita hoax itu justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Jika seseorang percaya dengan fitnah atau hoax, endingnya pasti akan membenci dan melemahkan kerukunan dan persatuan. Oleh karena itu, generasi milenial harus menjaddi garda terdepan dalam menghadapi serangan-serangan tersebut.

Sikap sikap millennial yang dapat diterapkan dalam mewujudkan bela negara :

1.Sikap cinta tanah air

2. Toleransi antar suku,budaya, agama dan ras karena Indonesia memiliki budaya, suku, agama dan ras yang beragam. Toleransi ini sangat penting agar kita bisa saling hidup rukun di tengah perbedaan, maka bela negara akan berjalan dengan lebih mudah

3. Melestarikan budaya, kaum milenial diharapkan melestarikan budaya Indonesia karena di era globalisasi ini banyak kebudayaan luar yang masuk. Melestarikan budaya ini termasuk sikap bela negara


Oleh : Thineza Ardhea P.

Sabtu, 02 Mei 2020

Being an Engineer? Siapa takut

Kak, jadi anak Teknik gimana sih? Susah ga? Capek ya kak? Apa kakak pernah sambat soal tugas-tugas di Teknik?

Pertanyaan-pertanyaan kek di atas tuh sering banget ditanyain ke Aku maupun temen-temen anak Teknik lainnya. Sampe bosen deh dengerin pertanyaan ini itu. Karena banyak yang suka nanya-nanya tentang "Jadi anak Teknik tuh gimana sih?", aku bakalan nulis apa aja sih susah senang jadi anak Teknik or bekennya Being an Engineer.

Yang pertama harus kalian tahu, di Teknik kalian musti tahan disuruh ngitung ini itu. Sebenarnya ga di Teknik juga kalian pasti dapat matkul itungan. But, anak Teknik itu seenggaknya ngerti sama yang namanya FISIKA, MATEMATIKA. Dua mapel itu lumayan bisa membantu kalian. Untuk yang lain sih ngikut jurusan atau prodi yang kalian ambil. Misal, kalian milih atau lolos diprodi Teknik Sipil, mapel yang harus dikuasai tuh ya Fisika sama Matematika, sama ada tambahan Bio atau Kimia dikit-dikit. Kalo kalian masuknya ke Teknik Lingkungan harus bin wajib ngerti sama Matematika, Fisika, ada Kimianya, Biologinya lumayan. Pokoknya kebanyakan menguasai mapel MIPA.

So, bersyukurlah kalian yang lulusan SMA jurusan MIPA/IPA. But, bukan berarti anak SMA jurusan lainnya atau anak SMK gak bisa bernapas lega. Kalo kalian suka ngitung atau seenggaknya ada basic itung-itungan kalian juga boleh sujud syukur lah. Temen-temenku juga ada yang lulusan SMK atau linjur (lintas jurusan) yang masuk Teknik. Kalau menurutku sih, siapa aja bisa masuk dijurusan atau prodi apa aja. Yang penting dia mau belajar dan gak menganggap jurusan atau prodi lainnya lebih gampang atau lebih sulit. Tapi, kalian juga harus sadar akan passion atau bakat kalian tuh apa. Jangan semata-mata milih Teknik karena kalian mikirnya, "ah, aku kan bisa gambar sih" "aku jago ngitung kok" "fisika mah aku rajanya". Hellow, kalo kalian rajanya ngitung ya masuk jurusan Matematika aja lah. Pokoknya jangan sekadar menyombongkan keahlian kalian. Anak SD pun kalau dia mau belajar ngitung juga pasti jago.


Kak, tapi aku kan cewek. Apa aku bakal kuat di Teknik?
Dek, mahasiswa Fakultas Teknik ataupun jurusan dengan embel-embel Teknik tuh gak cuma cowok. Diprodiku aja nih, 60% lebih tuh cewek. Tapi, ada juga prodi/jurusan yang cowoknya 70% lebih. Contohnya, prodi Teknik Sipil di kampusku. Itu sih persenan angkatanku ya. Tapi, don't worry be happy, pernah dengerkan kalau "di Teknik itu cewek adalah RATU". That's true beb. Kalian tuh bakalan dijagain banget sama temen-temen kalian yang cowok. Acara apapun, misal arak-arakan wisuda, cewek tuh selalu diapit sama cowok-cowok. Seniornya pun ga ngebiarin cewek tertindas. Tapi bukan berarti anak cowok yang harus tertindas. Tapi, anak cowok selalu jadi pembela.

Tapi nih, kalian gak boleh lemah. Anak Teknik dibentak? Biasa. Anak Teknik dicaci maki? Sering. Hal itu tuh buat ngelatih mental kalian. Dunia perkuliahan itu gak sekeras yang kalian bayangkan. Keluar jadi sarjana nanti, dunia yang kalian rasain bakalan keras banget. Apalagi kalo kalian kerja di lapangan. Orang-orang yang bakal kalian temuin nanti wataknya gak bakal sama. Maka, bersyukurlah kalian yang rajin datang diospek jurusan. Apalagi kalau masuk agenda yang bisa bikin kalian berdiri berjam-jam.

Kita sebagai cewek, harus bisa punya mental kuat. Apalagi kalian punya cita-cita jadi Insinyur. Disitulah kalian harus bisa mengatasi masalah-masalah yang kalian lewati di Teknik. Jadi cewek tuh ga semata-mata cuma kerja didepan kompor, pake daster, berkutat dengan pisau ataupun wajan. Kita sebagai cewek juga bisa kerja di lapangan, make topi proyek, sepatu boots, dan rompi khusus proyek. Atau mungkin bisa jadi bos-bos kontraktor.

Prinsipku, cewek itu minimal Sarjana dan punya pekerjaan. Aku sadar passionku dimana. Meskipun ga jago banget ngitung, seenggaknya aku punya niat yang besar untuk belajar. Gak semata-mata belajar hitungan, tapi belajar desain dan belajar hal-hal lainnya yang berkaitan dengan jurusanku. Aku masuk dijurusan Teknik udah siap mental, siap hati, dan siap pikiran. Oh, ragaku juga harus siap jadi anak Teknik. Siap revisian siang malam, siap duduk depan komputer nyelesaiin tubes, siap naik turun gedung buat nemuin dosen atau praktikum di lantai 4:)

Buat kalian yang masih maju mundur buat milih masuk Teknik. Come on guys, coba keluar dari zona nyaman. Tapi, jangan menentang diri. Seenggaknya kalian ngertiin diri kalian. Coba kalian berunding dengan diri kalian,
"Aku jago ngitung, apa bisa aku bikin desain jembatan? Kalau aku mau belajar ACAD dan kawan-kawan pasti bisa deh" 
"Aku pinter hafalan specially biologi, apa ga bisa masuk Teknik? Eh, tapi kan aku bisa belajar lagi"
Tau gak sih, pikiran-pikiran yang bilang kalian gak bisa ini lah gak bisa itu lah, itu tuh sama aja kalian insecure. Insecure dengan otak dan diri kalian. Gak jago ngitung bukan berarti ga bisa ngitung. Jaman udah maju bro, ada teknologi bernama kalkulator. Gak jago gambar bukan berarti gak bisa gambar. Sekarang ada aplikasi yang namanya AutoCad, ArsiCad, dll.

Please, jangan mundur alon-alon hanya karena pikiran-pikiran liar kalian. Berpikir secara liar boleh, tapi harus ada batasnya. Dan jangan lupa seengaknya niat kalian dimantapin. Then, jangan sampai ditengah jalan merasa kalau salah jurusan. Jurusannya gak salah, hanya kalian yang terlalu banyak berpikir tentang ini dan itu.

Di teknik kalian punya teman, punya senior yang siap membantu. Sekeras apapun senior kalian, bukan berarti mereka ga ingin membantu. Itu hanya cara mereka untuk membimbing kalian biar jadi orang sukses, biar tau adab, biar tau sopan santun.

So, apalagi yang harus ditakutin jadi anak Teknik? Aku tunggu kalian jadi bagian dari Engineer di Indonesia.

Senin, 27 April 2020

Trees in The World

Hutan merupakan rumah dari berbagai macam flora dan fauna di dunia. Sebagian besar lahan di bumi merupakan hutan. Tapi, seiring berjalannya waktu, hutan tak lagi menjadi rumah yang nyaman bagi fauna. Flora yang ada tak lagi dapat menjadi tempat berteduh bagi fauna-fauna itu.
Berdasarkan data yang didapat dari globalforestwatch.org, pada tahun 2018 daerah Tropis kehilangan 12 juta hektar tutupan pohon. Hal yang paling memprihatinkan ialah 3,6 juta hektar merupakan hutan hujan primer seluas Belgia. Salah satu penyebab dari hilangnya berjuta-juta hutan tersebut diakibatkan adanya kebakaran lahan.
Dari data diatas, jika satu hektar lahan dapat ditumbuhi 1.000-2.000 pohon berarti 12 juta hektar lahan dapat ditumbuhi milyaran pohon. Seperti yang kita ketahui, pohon merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Oksigen yang kita hirup merupakan hasil dari fotosintesis yang dilakukan tumbuhan. Jika pohon sebagai penghasil oksigen semakin berkurang, dari mana lagi kita bisa mendapat pasokan oksigen. Hal tersebut yang membuat orang-orang dengan latar belakang Ilmu Lingkungan atau Teknik Lingkungan berbondong-bondong mengajak masyarakat untuk tidak menebang pohon, membakar hutan, dan melakukan eksploitasi besar-besaran.
Larangan-larangan tersebut bukan hal yang hanya dibahas sekali dua kali oleh pakar. Melainkan sudah dirumuskan dari lama. Tetapi, masih banyak masyarakat biasa maupun pengusaha yang melakukan pembakaran hutan untuk pembukaan lahan dan eksploitasi besar-besaran.
Mari kita pikirkan sekali lagi. Apa dengan menebang pohon secara liar masyarakat ini bisa makmur? Apa dengan melakukan pembakaran hutan negara ini bisa lebih maju? Tentu jawabannya tidak.
Hal tersebut bahkan hanya kenikmatan bagi orang-orang tertentu. Tapi, dampaknya bisa menyebar ke orang lain.

Sebelum bertindak untuk melakukan pembukaan lahan, tolong pikirkanlah dampaknya. Jika tak bisa memikirkannya secara Internal, mari ajak para orang-orang yang sudah ahli dibidangnya.

NOTE:
Jangan sepelekan permasalah kebakaran hutan dan lain-lain. Kita tidak boleh egois. Makhluk hidup bukan hanya kita. Jadilah manusia yang bijak. 

Rabu, 22 April 2020

Untuk Bumiku

Kemarin kau banyak menanggung beban. Beban yang sangat berat. Polusi di udara, sampah yang begitu menumpuk di tanah, air yang tercemar akibat aktivitas manusia. Pasti semuanya membuatmu begitu lelah.

Hari ini kau terlihat lebih segar. Oh, apa sangat segar?

Polusi tak lagi bertebaran di udara. Air terlihat begitu jernih. Sedikit demi sedikit sampah mulai bisa dikendalikan. Beberapa bulan ini kau mendapat waktu istirahat.

Ku harap waktu istirahatmu lekas selesai. Tapi, bukan berarti kau akan ku biarkan kembali menerima beban. Aku janji, saat waktunya semua kembali ke aktivitas masing-masing, aku akan menjagamu agar tetap seperti ini.

Maka, lekaslah pulih Bumiku. Lekaslah membaik Bumi kita semua.

Happy Earth Day.

    Cr. Pinterest

Minggu, 19 April 2020

What's matter?


ENVIRO atau Environment berarti lingkungan. Dalam KBBI Lingkungan memiliki arti daerah  (kawasan dan sebagainya) yang termasuk di dalamnya. Kata lingkungan sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang ada disekitar kita. Ada lingkungan hidup, lingkungan alam, dan sebagainya. 
Di zaman sekarang ini, permasalahan yang terjadi pada lingkungan menjadi hal yang paling dilirik oleh orang-orang. Bagaimana tidak, masalah lingkungan sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Contohnya, pencemaran air akibat limbah pabrik. Hal tersebut menjadi sorotan banyak kalangan. Dimana sumber air bersih bagi masyarakat menjadi tercemar sehingga air yang akan digunakan menjadi tidak higenis lagi.
Selain permasalahan tersebut, masih banyak masalah-masalah lingkungan yang lainnya. Masalah lainnya akan dibahas pada artikel lainnya di blog ini. So, stay tune ya semuanya.

Sabtu, 18 April 2020

About Writer-nim

Hai!

Aku Novira Putri, panggil aja Novi. Aku adalah seorang mahasiswi di jurusan Teknik Lingkungan kampus UPN Veteran Jawa Timur.
Aku punya banyak hobi. Mulai dari membaca, menulis, menonton drama, dan mendengarkan musik (especially kpop). Oh ya, aku juga hobi halu. Halu oppa-oppa, wkwkwk.
Setelah menjadi mahasiswa Teknik Lingkungan, pikiranku tentang lingkungan jadi semakin terbuka. Banyak opini-opini tentang lingkungan yang muncul di kepalaku. Hal itu yang membuat aku sangat ingin mengemukakan opiniku di blog ini.
Semoga apa yang aku tulis disini bisa bermanfaat untuk semuanya. AAMIIN.

I hope you all enjoy the topic in this Blog :)

Sikap Bela Negara Generasi Milenial

Menjadi warga negara berarti menjadi salah satu bagian dari Negeri Kesatuan Repuplik Indonesia. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi ...