Kak, jadi anak Teknik gimana sih? Susah ga? Capek ya kak? Apa kakak pernah sambat soal tugas-tugas di Teknik?
Pertanyaan-pertanyaan kek di atas tuh sering banget ditanyain ke Aku maupun temen-temen anak Teknik lainnya. Sampe bosen deh dengerin pertanyaan ini itu. Karena banyak yang suka nanya-nanya tentang "Jadi anak Teknik tuh gimana sih?", aku bakalan nulis apa aja sih susah senang jadi anak Teknik or bekennya Being an Engineer.
Yang pertama harus kalian tahu, di Teknik kalian musti tahan disuruh ngitung ini itu. Sebenarnya ga di Teknik juga kalian pasti dapat matkul itungan. But, anak Teknik itu seenggaknya ngerti sama yang namanya FISIKA, MATEMATIKA. Dua mapel itu lumayan bisa membantu kalian. Untuk yang lain sih ngikut jurusan atau prodi yang kalian ambil. Misal, kalian milih atau lolos diprodi Teknik Sipil, mapel yang harus dikuasai tuh ya Fisika sama Matematika, sama ada tambahan Bio atau Kimia dikit-dikit. Kalo kalian masuknya ke Teknik Lingkungan harus bin wajib ngerti sama Matematika, Fisika, ada Kimianya, Biologinya lumayan. Pokoknya kebanyakan menguasai mapel MIPA.
So, bersyukurlah kalian yang lulusan SMA jurusan MIPA/IPA. But, bukan berarti anak SMA jurusan lainnya atau anak SMK gak bisa bernapas lega. Kalo kalian suka ngitung atau seenggaknya ada basic itung-itungan kalian juga boleh sujud syukur lah. Temen-temenku juga ada yang lulusan SMK atau linjur (lintas jurusan) yang masuk Teknik. Kalau menurutku sih, siapa aja bisa masuk dijurusan atau prodi apa aja. Yang penting dia mau belajar dan gak menganggap jurusan atau prodi lainnya lebih gampang atau lebih sulit. Tapi, kalian juga harus sadar akan passion atau bakat kalian tuh apa. Jangan semata-mata milih Teknik karena kalian mikirnya, "ah, aku kan bisa gambar sih" "aku jago ngitung kok" "fisika mah aku rajanya". Hellow, kalo kalian rajanya ngitung ya masuk jurusan Matematika aja lah. Pokoknya jangan sekadar menyombongkan keahlian kalian. Anak SD pun kalau dia mau belajar ngitung juga pasti jago.
Kak, tapi aku kan cewek. Apa aku bakal kuat di Teknik?Dek, mahasiswa Fakultas Teknik ataupun jurusan dengan embel-embel Teknik tuh gak cuma cowok. Diprodiku aja nih, 60% lebih tuh cewek. Tapi, ada juga prodi/jurusan yang cowoknya 70% lebih. Contohnya, prodi Teknik Sipil di kampusku. Itu sih persenan angkatanku ya. Tapi, don't worry be happy, pernah dengerkan kalau "di Teknik itu cewek adalah RATU". That's true beb. Kalian tuh bakalan dijagain banget sama temen-temen kalian yang cowok. Acara apapun, misal arak-arakan wisuda, cewek tuh selalu diapit sama cowok-cowok. Seniornya pun ga ngebiarin cewek tertindas. Tapi bukan berarti anak cowok yang harus tertindas. Tapi, anak cowok selalu jadi pembela.
Tapi nih, kalian gak boleh lemah. Anak Teknik dibentak? Biasa. Anak Teknik dicaci maki? Sering. Hal itu tuh buat ngelatih mental kalian. Dunia perkuliahan itu gak sekeras yang kalian bayangkan. Keluar jadi sarjana nanti, dunia yang kalian rasain bakalan keras banget. Apalagi kalo kalian kerja di lapangan. Orang-orang yang bakal kalian temuin nanti wataknya gak bakal sama. Maka, bersyukurlah kalian yang rajin datang diospek jurusan. Apalagi kalau masuk agenda yang bisa bikin kalian berdiri berjam-jam.
Kita sebagai cewek, harus bisa punya mental kuat. Apalagi kalian punya cita-cita jadi Insinyur. Disitulah kalian harus bisa mengatasi masalah-masalah yang kalian lewati di Teknik. Jadi cewek tuh ga semata-mata cuma kerja didepan kompor, pake daster, berkutat dengan pisau ataupun wajan. Kita sebagai cewek juga bisa kerja di lapangan, make topi proyek, sepatu boots, dan rompi khusus proyek. Atau mungkin bisa jadi bos-bos kontraktor.
Prinsipku, cewek itu minimal Sarjana dan punya pekerjaan. Aku sadar passionku dimana. Meskipun ga jago banget ngitung, seenggaknya aku punya niat yang besar untuk belajar. Gak semata-mata belajar hitungan, tapi belajar desain dan belajar hal-hal lainnya yang berkaitan dengan jurusanku. Aku masuk dijurusan Teknik udah siap mental, siap hati, dan siap pikiran. Oh, ragaku juga harus siap jadi anak Teknik. Siap revisian siang malam, siap duduk depan komputer nyelesaiin tubes, siap naik turun gedung buat nemuin dosen atau praktikum di lantai 4:)
Buat kalian yang masih maju mundur buat milih masuk Teknik. Come on guys, coba keluar dari zona nyaman. Tapi, jangan menentang diri. Seenggaknya kalian ngertiin diri kalian. Coba kalian berunding dengan diri kalian,
"Aku jago ngitung, apa bisa aku bikin desain jembatan? Kalau aku mau belajar ACAD dan kawan-kawan pasti bisa deh"
"Aku pinter hafalan specially biologi, apa ga bisa masuk Teknik? Eh, tapi kan aku bisa belajar lagi"
Tau gak sih, pikiran-pikiran yang bilang kalian gak bisa ini lah gak bisa itu lah, itu tuh sama aja kalian insecure. Insecure dengan otak dan diri kalian. Gak jago ngitung bukan berarti ga bisa ngitung. Jaman udah maju bro, ada teknologi bernama kalkulator. Gak jago gambar bukan berarti gak bisa gambar. Sekarang ada aplikasi yang namanya AutoCad, ArsiCad, dll.
Please, jangan mundur alon-alon hanya karena pikiran-pikiran liar kalian. Berpikir secara liar boleh, tapi harus ada batasnya. Dan jangan lupa seengaknya niat kalian dimantapin. Then, jangan sampai ditengah jalan merasa kalau salah jurusan. Jurusannya gak salah, hanya kalian yang terlalu banyak berpikir tentang ini dan itu.
Di teknik kalian punya teman, punya senior yang siap membantu. Sekeras apapun senior kalian, bukan berarti mereka ga ingin membantu. Itu hanya cara mereka untuk membimbing kalian biar jadi orang sukses, biar tau adab, biar tau sopan santun.
So, apalagi yang harus ditakutin jadi anak Teknik? Aku tunggu kalian jadi bagian dari Engineer di Indonesia.